Awal Tahun, Yuk Buat Perencanaan Keuangan yang Baru!

Posted on 6 January 2018, 01:05 PM
Awal Tahun, Yuk Buat Perencanaan Keuangan yang Baru!

Awal tahun biasanya identik dengan resolusi. Bagaimana dengan Smart Mom, sudahkah menyusun resolusi keuangan untuk tahun 2018 ini?

Terkait perencanaan keuangan di tahun baru, Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting, menjelaskan jika perencanaan keuangan pada dasarnya tergantung pada situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.

Walaupun begitu, dalam menyusun resolusi keuangan, setidaknya ada 3 hal harus diperhatikan, yakni.

1. Resolusi yang berkaitan dengan pengeluaran, misalnya resolusi terkait mengendalikan keinginan, membatasi hobi yang tidak produktif dan lainnya.

2. Resolusi yang berkaitan dengan kewajiban, misalnya memangkas biaya listrik, memangkas biaya telepon tanpa mengurangi produktivitas dan lainnya.

3. Resolusi terkait hutang, misalnya membatasi penggunaan kartu kredit, melunasi beberapa hutang yang mulai jatuh tempo, tidak menambah hutang konsumtif dan lainnya.

Pada dasarnya, ketiga hal tersebut bukanlah hal yang baru. Tapi dalam pelaksanaannya, terkadang resolusi hanya sekedar coretan-coretan diatas kertas tanpa usaha keras untuk merealisasikannya. Padahal, kalau benar-benar niat, mewujudkan resolusi keuangan bukan hal yang sulit lho!

Susun Rencana dan Pastikan Rasional

Untuk mewujudkan resolusi keuangan, hal pertama yang harus dilakukan adalah, fokus buat rencana jangka pendek dan jangka pendek yang saling terikat. Setelah itu, pastikan rencana tersebut masuk akal. Misalnya, Smart Mom merencanakan untuk dapat melunasi hutang di tahun ini.

Untuk mewujudkan itu, pertama sisir dulu nominal hutang yang paling kecil, kemudian segera lunasi dalam waktu dekat. Selain itu, buat anggaran khusus untuk melunasi hutang. Misalnya, memangkas uang belanja atau menghapus biaya liburan dan mengalihkannya kepada hutang.

Hal yang sama pun berlaku untuk resolusi keuangan lainnya, dan pastikan Smart Mom konsisten untuk menjalankan semua resolusi tersebut.

Jangan Lupa Investasi

Idealnya, sekitar 10 persen dari penghasilan dialokasikan untuk investasi. Nah, jika dana invetasi Smart Mom masih kurang dari jumlah tesebut, mulailah untuk meningkatkannya.

Tapi sebelum menanam investasi, sebaiknya pilih produk investasi yang beran-benar Smart Mom kuasai, misalnya bermain saham, reksadana, bermain emas, properti, tanah dan lainnya. Cobalah untuk mendiskusikan rencana ini dengan pasangan agar didapat produk investasi yang sesuai dengan passion Smart Mom.

Selamat membuat resolusi keuangan!

Prev Post

Tips Pintar Mempersiapkan Budget Liburan Keluarga

Next Post

Bagaimana Cara Pengelolaan Keuangan ala Generasi Milenial?

SHARE TO