Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Koleksi Barang Branded, Gengsi atau Investasi?

Posted on 25 November 2019, 03:49 PM
Koleksi Barang Branded, Gengsi atau Investasi?

Untuk sebagian orang, status sosial adalah hal penting yang harus diprioritaskan. Mereka berusaha memenuhinya dengan berbagai cara meski artinya harus merogoh kocek dalam. 

Status sosial sendiri dapat diperlihatkan melalui busana, sepatu, tas, perhiasan, dan barang-barang branded yang dikenakan. Kemudian, mengunggah aktivitas di tempat-tempat terkini pun jadi salah satu cara yang dilakukan untuk memperlihatkan status sosial. Namun dari sini timbul satu pertanyaan, apa yang akan Smart Mom lakukan saat barang-barang branded tadi sudah tak dipakai?

Mengubah gengsi jadi investasi, bisakah?

Budi Raharjo yang memegang layanan rencana keuangan profesional di OneShildt mengatakan bahwa tujuan dan alasan pemenuhan kebutuhan semestinya menjadi dasar saat Smart Mom beli produk. Apalagi barang-barang branded mempunyai kualitas lebih baik dari segi material, gaya, quality control, hingga usianya sebagai produk.

Beli item-item bermerek juga dapat dianggap sebagai penghematan kalau memenuhi waktu serta kriteria tepat. Untuk sejumlah profesi, barang-barang branded malah dijadikan sebagai investasi yang dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memudahkan mereka dalam membangun relasi dengan klien potensial, Smart Mom. 

Di sisi lain, Smart Mom juga perlu memperhatikan nilai barang branded yang bakal dijadikan sebagai investasi, sebab ada beberapa yang mengalami penurunan nilai drastis dalam hitungan tahun. Dalam hal ini, ada empat faktor yang mempengaruhi nilai item bermerek, antara lain:

  1. Persepsi masyarakat. Cara masyarakat menilai hingga menganggap fungsi suatu barang berpotensi mengubah nilainya, entah naik atau turun;
  2. Pembuatan produk. Nilai barang bisa ditentukan sejak pembuatannya. Misalnya saja dengan menyediakan item dalam jumlah terbatas dan membanderolnya dengan harga mahal;
  3. Jumlah konsumen atau target audiensi. Jumlah orang yang memahami konsep dan respek terhadap barang tersebut bakal berdampak pada harga yang dipatok;
  4. Kualitas dan desain. Dua hal ini jelas akan menunjukkan nilai item yang bersangkutan, termasuk untuk mewakili pada periode tertentu.
Prev Post

Ini yang Sebaiknya Dihindari Saat Menghilangkan Noda di Baju Bahan Sifon

Next Post

Kenalkan Balita Lebih dari Satu Bahasa Sebabkan Speech Delay, Benarkah?

SHARE TO