Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Cara Mudah Membuat Kompos dari Limbah Dapur

Posted on 8 May 2020, 04:31 PM
Cara Mudah Membuat Kompos dari Limbah Dapur

Selain membatasi penggunaan plastik sekali pakai yang saat ini sedang digaungkan, ada satu lagi yang bisa kita lakukan untuk mendukung pelestarian lingkungan, yaitu dengan cara memanfaatkan limbah dapur. Limbah yang biasanya hanya dibuang dan akhirnya mencemari lingkungan ini bisa Smart Mom olah menjadi pupuk kompos yang dapat dipakai untuk menyuburkan tanaman.

Walaupun dibuat dari limbah dapur, namun tidak berarti semua jenis sampah bisa dijadikan bahan untuk membuat pupuk kompos ya, Smart Mom. Limbah dapur yang bisa diolah menjadi pupuk kompos adalah limbah organik yang berasal dari sisa makanan atau sisa-sisa bahan masakan yang sudah tidak terpakai seperti sayur-sayuran dan buah.

Berikut adalah cara mengolah limbah dapur menjadi pupuk kompos yang bisa Smart Mom coba di rumah.

  1. Kumpulkan limbah dapur organik dalam satu tempat sampah khusus terpisah dengan limbah non-organik. Jika memungkinkan, potong kecil-kecil (sepanjang 2 cm) limbah dapur tersebut agar lebih mudah terurai.
  2. Siapkan wadah pengomposan. Smart Mom bisa menggunakan drum atau baskom bekas yang sudah tidak terpakai. Lubangi bagian bawahnya di beberapa titik. Lalu, tempatkan wadah tersebut di atas susunan batu atau bata untuk meminimalisir kemungkinan terkena air.
  3. Setelah wadah siap, masukkan sampah organik ke dalam wadah pengomposan dengan dicampur bahan EM4 (bisa Smart Mom beli di toko tanaman atau toko pertanian) supaya bisa lebih cepat membusuk dan tutup wadah dengan plastik atau aluminium foil. Wadah harus ditutup selain agar tidak terkena air hujan, akan tercipta hawa panas di dalam wadah sehingga proses penguraian terjadi lebih cepat.
  4. Smart Mom bisa terus menambahkan limbah organik baru ke dalam wadah pengomposan dengan cara mencampur antara limbah baru dengan limbah lama yang sudah mulai mengalami pembusukan. Jangan lupa menutup lagi wadahnya setelah menambahkan limbahnya agar tetap hangat dan proses penguraian berjalan sempurna.
  5. Pupuk kompos yang Smart Mom buat harus diaduk rutin minimal seminggu sekali. Semakin lama kompos berada di wadah maka suhunya akan terus meningkat. Saat mengaduk, ada baiknya Smart Mom memakai masker agar bau yang cukup menyengat dari pupuk kompos yang sudah mengalami pembusukan tidak terlalu tercium.
  6. Setelah memasuki minggu ke 6 maka pupuk kompos biasanya sudah siap untuk digunakan. Tapi pastikan sudah tidak lagi berbau busuk yang menyengat dan lebih memiliki bau tanah. Warnanya juga akan menjadi coklat kehitaman.

Bagaimana, tidak terlalu sulit bukan Smart Mom? Segera di coba yuk!

Prev Post

Seberapa Sering Selimut Harus Dicuci Ya, Smart Mom?

Next Post

Tips Membangunkan Si Kecil untuk Sahur

SHARE TO