Plastik Biodegradable: Solusi Atasi Polusi Plastik atau Hanya Ilusi?
Smart Mom pernah berbelanja dan diberi kantong plastik bertuliskan biodegradable ramah lingkungan karena bisa terurai secara alami? Namun, benarkah plastik jenis ini ramah lingkungan? Simak penjelasannya berikut ini yuk, Smart Mom!
Apa itu plastik biodegradable?
Plastik biodegradable biasanya didefinisikan sebagai jenis plastik yang bisa diurai dengan cepat oleh mikroorganisme menjadi air, karbon dioksida, dan biomassa. Karena bisa terurai inilah banyak konsumen yang kemudian memakainya karena percaya bahwa dengan menggunakan plastik biodegradable mereka sudah turut menjaga lingkungan.
Sayangnya, klaim plastik biodegradable yang bisa terurai secara alami ini ternyata belum bisa dibuktikan dan sampah plastik jenis ini tetap belum bisa dikatakan ramah lingkungan.
Tetap Menjadi Limbah
Plastik biodegradable bisa dikatakan benar-benar ramah lingkungan karena berdasarkan hasil studi yang dilakukan Imogen Napper dan Richard Thompson di University of Plymouth, Inggris, setelah dibiarkan di alam selama tiga tahun plastik jenis ini ternyata belum terurai, bahkan plastik tersebut masih dalam keadaan utuh sehingga tetap menjadi limbah.
Selain itu ada juga dari laporan yang dirilis oleh UN Environment (2015) berjudul “Biodegradable Plastics and Marine Litter. Misconceptions, Concerns and Impacts on Marine Environment”, mengungkapkan bahwa plastik biodegradable tidak bisa dikatakan sebagai jawaban dalam mengurangi pencemaran di lautan.
Laporan itu menjelaskan, plastik jenis ini hanya bisa hancur atau terurai secara sempurna dalam kondisi alam yang hanya bisa ditemukan pada industrial composter (mesin yang bisa mengubah limbah organik dalam jumlah besar menjadi kompos dengan suhu di atas 50°C). Suhu setinggi itu tentu sangat sulit ditemukan secara alami di alam bebas.
Mengandung Zat Aditif
Selain sulit terurai secara alami, tak berbeda dengan sampah plastik biasa, plastik biodegradable juga mengandung beberapa zat aditif (bahan tambahan) untuk meningkatkan kualitas produknya, seperti plasticizer (pelembut), flame retardant (penahan api), antioksidan, agen hidrofobik atau zat anti-air dan senyawa kimia lainnya.
Ketika plastik biodegradable terurai, zat aditif tersebut bisa ikut terlepas ke lingkungan dan akhirnya beresiko mengganggu kesehatan. Paparan jangka panjang dari zat-zat aditif tersebut, bisa menyebabkan gangguan kesehatan metabolisme, seperti resistensi insulin dan juga gangguan dalam pengolahan lemak tubuh.
Mengurangi Penggunaan Plastik Solusi Terbaik
Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa plastik biodegradable bukan solusi yang paling tepat. Lalu bagaimanakah solusi yang paling tepat itu? Hal yang paling mudah dilakukan adalah bisa dimulai dari diri sendiri dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara berkala sampai mungkin akhirnya Smart Mom bisa benar-benar tidak lagi memakai kantong plastik.
Dapat dilakukan, bukan? Yuk bersama-sama kita mulai dari sekarang, Smart Mom!