Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

5 Tips Mendidik Buah Hati Menjadi Mandiri

Posted on 14 September 2017, 04:34 AM
5 Tips Mendidik Buah Hati Menjadi Mandiri

Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki karakter yang baik beserta sifat-sifat yang positif dalam berbagai hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan lho Smart Mom!.

 

Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja dan tumbuh menjadi anak yang mandiri.

 

  1. Jangan menuruti semua keinginan anak

 

Menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan tepat. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak menjadi manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya, anak akan menjadi tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.

 

  1. Jangan terlalu banyak melarang

 

Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba segala hal. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak. Maka dari itu kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tua lho Smart Mom. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak daripada melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka mengenai resiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak untuk berhati-hati.

 

  1. Ajar anak untuk tidak berbohong

 

Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Dengan cara ini, Smart Mom sudah mendidik anak Smart Mom untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

 

  1. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

 

Sering kali Smart Mom sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan.  Sebaiknya untuk pola pendidikan disesuaikan dengan usia anak Smart Mom. Jika Smart Mom memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Smart Mom dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik. Dan jika memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Smart Mom bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Smart Mom terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Smart Mom,menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Smart Mom.

 

  1. Kasih dan perhatian

 

Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Smart Mom sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan. Misalnya ketika anak belajar, saat itulah Smart Mom bisa menunjukkan perhatian dan kasih dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Smart Mom dapat membantu anak memecahkannya.

 

Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang bukan main-main. Maka dari itu jadilah orang tua yang dapat menjadi panutan anak. Didiklah anak dengan baik, maka anak Smart Mom akan menjadi anak yang baik bagi dirinya dan kelak dapat menjadi manusia yang bermanfaat dan membanggakan.

Prev Post

Jenis Musik Yang Baik Didengarkan Saat Mengandung

Next Post

3 Cara Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Baik

SHARE TO