Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Anak Tidak Tahu Apa Cita-Citanya? Ini yang Harus Smart Mom Lakukan

Posted on 3 May 2018, 07:51 AM
Anak Tidak Tahu Apa Cita-Citanya? Ini yang Harus Smart Mom Lakukan

Terkadang sangat lucu mendengarkan beragam cita-cita anak, dari mulai yang ingin jadi presiden, astronot, mekanik, hingga jadi pengangkut sampah. Bagaimanapun juga, cita-cita mereka merupakan gambaran dari apa yang mereka lihat dan sukai.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli, pada dasarnya semua anak punya motivasi tersendiri dalam kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjelma jadi cita-cita. Tapi terkadang, motivasi tersebut datang dari hal-hal yang tidak terduga.

Misalnya menjadi pengangkut sampah, mungkin Si Kecil sudah sering mendengar tentang bahaya sampah, hingga akhirnya mereka melihat para penarik sampah sebagai pekerjaan yang keren. Alhasil, mereka pun timbul keinginan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan jadi penarik sampah.

Jika seperti ini, tidak ada salahnya Smart Mom pun memberikan informasi tentang profesi lainnya yang terkait menjaga kelestarian lingkungan, seperti penjaga hutan, atau jadi ilmuwan yang meneliti bagaimana caranya mendaur ulang sampah dengan cara yang ramah lingkungan.

Selain itu, Smart Mom pun bisa mendorong Si Kecil untuk bergabung dengan organisasi-organisasi pencinta lingkungan, saat mereka dewasa nanti.

Lain halnya jika anak tidak tahu apa cita-citanya, ada kemungkinan dia merupakan anak terbiasa diarahkan. Vera menyatakan, jika selama ini anak terus diarahkan agar punya keinginan sesuai dengan apa yang Smart Mom cita-citakan, nantinya dia akan terbiasa hingga akhirnya tidak tahu apa yang diinginkannya.

Smart Mom perlu mendorong dan mengarahkan agar potensi yang dimilikinya bisa berkembang maksimal. Namun sangat penting juga untuk memberikan Si Kecil kebebasan dalam memilih apa yang diinginkan, dan dia sukai, selama itu positif.

Misalnya, jika Smart Mom menilai Si Kecil memiliki potensi dalam dunia musik, seperti bernyanyi atau memainkan alat musik, kenapa tidak mendukungnya dengan memasukkan Si Kecil ke tempat kursus bernyanyi dan membelikan alat musik yang dia butuhkan.

Hal yang sama untuk potensi dalam bidang akademis, seperti berhitung, membaca, biologi, kimia dan lainnya. Dengan begitu, kemampuan Si Kecil akan terus terasah hingga akhirnya potensi yang dimilikinya bisa dikembangkan dengan maksimal.

Tapi ingat Smart Mom, sebelum melakukan itu pastikan Si Kecil melakukannya tanpa paksaan, dan atas keinginannya sendiri. Selamat mencoba!

Prev Post

Seberapa Penting Sih Smart Mom Berteman dengan Anak di Medsos?

Next Post

Bukan Mengusir, Ini Makna “Mendorong” Saat Batita akan Lakukan Sesuatu

SHARE TO