Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Anak Tunggal Memiliki Sifat Manja. Benarkah Smart Mom?

Posted on 8 July 2019, 11:47 AM
Anak Tunggal Memiliki Sifat Manja. Benarkah Smart Mom?

Komentar sering kali datang pada pasangan yang memutuskan punya anak tunggal. Smart Mom yang mengalami hal tersebut mungkin mendapat masukan untuk menambah anak dari orang sekitar. Sebab, si Kecil yang tumbuh tanpa saudara dinilai egois, bossy, hingga manja.

Benarkah begitu? Apa sudah saatnya Smart Mom mempertimbangkan anak kedua agar si Kecil tidak manja di kemudian hari? Jangan buru-buru ambil keputusan, Smart Mom. Mari pelajari dulu sifat manja yang selama ini dikaitkan dengan anak tunggal.

Anak tunggal yang manja dan fakta-faktanya

Psikolog dari Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat Susan Newman mengungkapkan bila anggapan anak tunggal selalu punya sifat manja ternyata mitos belaka. Penulis buku Parenting an Only Child tersebut juga bilang sifat-sifat lain seperti agresif, bossy, kesepian, dan sukar beradaptasi juga tak selamanya melekat dengan image anak tunggal, Smart Mom.

Newman menambahkan sejauh ini belum ada studi ilmiah yang dapat membenarkan stereotip anak tunggal. Malah sifat si Kecil yang tumbuh tanpa saudara kandung tak ada bedanya dengan anak sulung, tengah, maupun bungsu.

Lantas untuk membuktikan stereotip tersebut, ABC News lewat acara 20/20 mengadakan survei kecil. Mereka bertanya pada sekelompok orang di New York perihal mitos anak tunggal dan kecenderungan sifat manja. Seorang responden bernama Corinne menyatakan kalau dia tidak bossy meski tumbuh tanpa adik atau kakak. Responden lain bernama Ben menambahkan sifat anak ditentukan oleh cara orangtua mengasuhnya. 

Tumbuh tanpa saudara, tetapi lebih berprestasi?

Kendati sebagian riset menunjukkan kecenderungan anak tunggal mudah manja tak sepenuhnya benar, ada penelitian yang menyebutkan bila mereka justru akan berkembang lebih pintar, Smart Mom. Studi yang berlangsung selama 20 tahun memperlihatkan orang tua yang membesarkan anak tunggal bakal lebih maksimal dalam mengelola persiapan pendidikan mereka. Sehingga hasil ujian maupun prestasinya tak akan mengecewakan.

Namun, sekali lagi, baik sifat maupun prestasi anak tunggal tetap ditentukan pola asuhnya. Kondisi finansial juga tak jarang mempengaruhi perkembangan mereka. Smart Mom dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil tak perlu terpaksa menambah momongan. Fokuslah mendidik si Kecil agar nantinya tumbuh menjadi anak yang bermanfaat untuk lingkungannya. Apabila situasinya memungkinkan, Smart Mom dan pasangan dapat membicarakan program kehamilan.

Begitu penjelasannya, Smart Mom. Jadi, jangan mudah terpengaruh dengan anggapan yang belum tentu benar ya.

Prev Post

Mandi Malam Picu Rematik. Mitos atau Fakta?

Next Post

Scone, Kue dari Inggris Teman Minum Teh di Sore Hari

SHARE TO