Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Hati-hati, Ini Dampak Smart Mom Bertengkar di Depan Anak

Posted on 25 April 2019, 08:03 AM
Hati-hati, Ini Dampak Smart Mom Bertengkar di Depan Anak

Berumah tangga tidak hanya butuh kematangan usia dan kesiapan materi saja, Smart Mom dan pasangan pun harus bisa dewasa dalam menyikapi semua permasalahan yang mungkin muncul dalam rumah tangga. Apalagi jika sudah dikaruniai seorang anak.

Menurut Dr. Gordon Harold, peneliti hubungan keluarga dari Cardiff University, banyak orang tua yang tidak mampu mengendalikan emosinya, hingga mereka pun bertengkar di depan anak-anak. Bahkan sampai melontarkan kata-kata kasar, dan saling menyakiti secara fisik.

Jelas ini sangat berbahaya, bukan hanya untuk kehidupan rumah tangga, tapi juga bisa berdampak negatif pada anak-anak. Apa saja dampak negatifnya?

Dr. Gordon menjelaskan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah, anak menerjemahkan pertengkaran ini sebagai cara untuk meluapkan emosi. Alhasil, mereka akan melakukan hal yang sama saat berselisih dengan temannya. Bahkan mungkin saja mereka akan terlibat perkelahian.

Senada dengan itu, Eamon McCrory, Ph.D., dari University College London, menyebut jika anak yang melihat orang tua bertengkar, terlebih jika anak melihat salah seorang dari mereka melakukan kekerasan, bisa memberikan kenangan buruk bagi kehidupannya di masa depan.

Menurut Eamon, pola otak anak yang melihat pertengkaran orang tuanya, sama seperti pola otak tentara di medan perang, yakni bagian cerebellums kecil yang berhubungan dengan regulasi stres dan pengembangan sensorik, akan mengalami gangguan yang sulit dihilangkan.

Kondisi ini bisa menyebabkan anak benci kepada orang tuanya, anti-sosial, trauma dengan hubungan, rentan stres, dan kondisi negatif lainnya yang dapat menurunkan kualitas kehidupan Si Kecil.

Bagaimana jika sudah terlanjur terjadi?

Sangat sulit untuk memulihkan trauma yang dialami anak akibat terlalu sering melihat pertengkaran orang tuanya. Menurut Eamon, langkah pertama yang bisa diambil adalah, Smart Mom harus segera meminta maaf, dan jelaskan jika kondisi yang terjadi di luar kehendaknya.

Setelah itu, Smart Mom dan pasangan harus membuktikan jika seluruh kesalahpahaman tersebut sudah diselesaikan dengan baik, dan jangan pernah mengulanginya lagi. Jelaskan juga jika apa yang dilakukan Smart Mom dan pasangan merupakan hal yang negatif.

Jika masalah ini sudah cukup lama terjadi, dan membuat Si Kecil terlihat selalu murung, tidak mau berkomunikasi dengan Smart Mom atau pasangan, bantuan profesional sangat dibutuhkan agar Si Kecil mendapat terapi trauma healing.

Prev Post

Ini Dampak Buruk Jika Anak Jarang Olahraga

Next Post

Tips Melakukan Pendekatan Karibia Untuk Mengatasi Bayi Rewel

SHARE TO