Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Hati-hati, Ini Efek Buruk Mom Shaming Pada Tumbuh Kembang Si Kecil

Posted on 26 April 2019, 02:54 AM
Hati-hati, Ini Efek Buruk Mom Shaming Pada Tumbuh Kembang Si Kecil

Smart Mom pernah mendengar kalimat seperti ini? “Kok anaknya kurus, nggak pernah diberi makan ya. Kasian banget kamu nak!”. Contoh kalimat lainnya, Kok lahirnya caesar sih? Kalau belum pernah merasakan melahirkan normal, kamu belum jadi wanita seutuhnya!”

Gambaran di atas merupakan contoh Mom Shaming, atau perlakukan tidak pantas (biasanya lewat kata-kata, baik itu berupa cibiran, sindiran dan lainnya) yang dilakukan orang lain karena si korban tidak melakukan seperti apa yang mereka harapkan.

Apa dampak dari Mom Shaming?

Dampak buruk dari mom shaming sebenarnya hampir mirip dengan bullying (ada dampak jangka panjang, ada juga dampak jangka pendek). Bahkan bukan cuma Smart Mom yang akan jadi korbannya, Si Kecil yang tidak tahu apa-apa pun bisa menjadi korbannya.

Dalam bukunya yang berjudul The Fussy Baby Book Parenting Your High-Need Child From Birth to Age Five, William Sears. M.D., menyebut jika mom shaming bisa menyebabkan orang tua yang tadinya sudah membesarkan anaknya dengan cara yang tepat, malah berubah jadi salah.

Misalnya, ada orang tua yang tidak segera merespons tangisan bayi karena khawatir disebut orang tua panikan, dan membuat Si Kecil jadi manja. Ada juga yang memaksa anaknya makan dalam porsi berlebih karena selalu dicibir anaknya kurus.

Kondisi ini jelas bisa sangat berbahaya. Menurut William, ada sebuah kondisi yang disebut dengan syndrom shutdown, yakni terhentinya pertumbuhan Si Kecil karena perubahan kebiasaan yang terjadi secara drastis. Misalnya, kemampuan bicara Si Kecil seperti jalan di tempat dan lainnya.

Ini belum termasuk risiko Smart Mom yang stres karena terus mendengar kritikan orang lain, sehingga bisa menghambat tumbuh kembang anak, berisiko menyebabkan baby blues syndrom, dan kondisi buruk lainnya.

Maka dari itu, William menegaskan jika bayi punya kebutuhan masing-masing, dan sudah tentu Smart Mom sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk memenuhinya. Jika masih bingung terkait cara membesarkan anak, sebaiknya konsultasikan dengan pakar.

Prev Post

Trik Bijaksana Menghadapi Rengekan Si Kecil

Next Post

Si Kecil Suka Memukul dan Menendang, Begini Cara Mengatasinya!

SHARE TO