Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Kapan Anak Bisa Diajarkan Berpuasa?

Posted on 12 June 2018, 04:01 AM
Kapan Anak Bisa Diajarkan Berpuasa?

Bagi umat Muslim, puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Tentu bukan perkara mudah untuk melakukannya, mengingat selama kurang lebih 8 jam (rata-rata puasa di Indonesia) Smart Mom dan Si Kecil akan menahan diri untuk tidak makan dan minum.

Terlihat berat memang. Tapi percayalah, puasa akan terasa ringan jika Si Kecil sudah biasa melakukannya. Nah, untuk membuat puasa terasa ringan, dibutuhkan latihan dan proses belajar yang cukup panjang, dan ini harus dilakukan sejak dini.

Lantas, Kapan Anak-Anak Harus Mulai Diajarkan Berpuasa?

Menurut dr. Viramitha Kusnadi Rusmil Sp.A, M.Kes, pakar Nutrisi & Penyakit Metabolik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, usia 4 tahun merupakan waktu terbaik untuk memperkenalkan ibadah puasa di bulan Ramadhan pada Si Kecil.

Lebih lanjut lagi, dr. Vira pun menyarankan jika di usia 4 tahun, Smart Mom bisa mengenalkan beberapa ritual ibadah lainnya selama bulan Ramadhan, seperti salat tarawih, tadarus Al-Quran, berbagi dengan sesama, dan lainnya.

Jangan lupa, perkenalkan juga Si Kecil dengan doa-doa terkait puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hal yang tidak boleh dilakukan selama berpuasa dan lainnya.

Dalam fase belajar ini, Smart Mom tidak perlu buru-buru mewajibkan Si Kecil berpuasa penuh, tapi cukup puasa setengah hari saja. Atau kalau mau, Smart Mom bisa membuat program puasa harian. Misal, hari pertama boleh batal jam 9, hari kedua meningkat jadi jam 11, dan seterusnya.

Bagaimana jika tidak kuat puasa penuh?

Smart Mom jangan khawatir saat Si Kecil tidak mampu berpuasa, meskipun sudah dicoba dengan berbagai cara. Pasalnya, dr. Vira menjelaskan jika tahap pertama ini hanyalah pengenalan saja. Itu normal dan hampir terjadi pada setiap anak yang belajar berpuasa.

Menurutnya, anak-anak biasanya akan mampu berpuasa secara penuh pada usia 5-6 tahun. Pastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi ya Smart Mom. Kalau memang dibutuhkan, Smart Mom bisa memberikan tambahan multivitamin. Tapi ingat, harus sesuai dengan petunjuk dokter!

Prev Post

Yuk Kenalan Sama RIE, Metode Pengasuhan Anak yang Belakangan Ini Sedang Booming

Next Post

Smart Mom, Benarkah Anak Indonesia Bangun Lebih Pagi, Tapi Lebih Sebentar di Sekolah?

SHARE TO