Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Meskipun Sudah Dicuci, Bakteri Bisa Tetap Bersarang Pada Botol Minum Anak?

Posted on 1 February 2019, 04:11 AM
Meskipun Sudah Dicuci, Bakteri Bisa Tetap Bersarang Pada Botol Minum Anak?

Penggunaan botol air minum yang bisa diisi ulang memang cukup efektif untuk mengurangi tumpukan sampah plastik yang ditimbulkan karena botol plastik sekali pakai. Tapi hati-hati Smart Mom, menggunakan botol isi ulang pun bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut penelitian yang dilakukan Federal University of State of Rio de Janeiro, Brazil, menyebut jika 83 persen botol yang sudah digunakan, ternyata terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan E. Coli. Kedua bakteri ini diketahui dapat menyebabkan masalah pencernaan dan keracunan.

Dalam keterangannya, Gilmar Weber Senna, Ph.D, ketua tim peneliti sekaligus profesor dari Federal University of State of Rio de Janeiro, menyebut jika paparan bakteri tersebut bisa saja terjadi meskipun Smart Mom sudah mencuci botol tersebut hingga bersih. Salah satu ciri botol plastik terkontaminasi bakteri adalah, ada aroma bau apek saat botol tersebut kering.

Selain itu, tanda lainnya botol tersebut terkontaminasi bakteri adalah, permukaan bagian dalam botol terasa berlendir dan rasa air berubah jadi sedikit lengket.

Menanggapi hal ini, Philip Tierno, Ph.D., profesor Mikrobiologi dan Patologi di NYU School of Medicine, seperti dilansir dalam Runner's World, menyatakan kondisi ini disebabkan karena banyak orang yang masih belum mengerti cara mencuci dan menyimpan botol plastik agar tetap steril dan bersih dari bakteri. Philip pun menyarankan agar Smart Mom melakukan langkah berikut untuk memastikan botol plastik yang digunakan secara berulang benar-benar bersih.

  1. Cuci botol dengan menggunakan sabun antiseptik khusus untuk plastik. Meskipun hanya digunakan untuk menampung air mineral, risiko terkontaminasi bakteri masih tinggi.
  2. Cuci bagian dalam botol hingga bersih. Gunakan sikat khusus untuk mencuci bagian dalam botol, kemudian bilas hingga aroma sabun pencuci benar-benar hilang.
  3. Simpan botol plastik yang selesai dicuci dengan posisi terbalik agar airnya mengalir keluar. Setelah itu, simpan di tempat yang kering dan bersih.

Selain itu, sebaiknya jangan cuci botol plastik dengan air panas karena bisa menyebabkan botol rusak dan mencemari air minum. Smart Mom juga bisa menyimpan botol tersebut (kosong) di freezer agar terbebas dari bakteri. Selamat mencoba!

Prev Post

Kosmetik Palsu Bisa Sebabkan Masalah Kehamilan?

Next Post

Menolak Ajakan Anak Bermain Bisa Berdampak Buruk. Benarkah?

SHARE TO