Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Trik Bijaksana Menghadapi Rengekan Si Kecil

Posted on 26 April 2019, 02:46 AM
Trik Bijaksana Menghadapi Rengekan Si Kecil

Menghadapi rengekan anak memang bukan pekerjaan mudah. Jika kita memaksa dengan kekerasan, anak bisa trauma dan memang tidak baik untuk pertumbuhan mentalnya, jika terus diamini, anak bisa manja dan menjadikan rengekan sebagai senjata untuk mendapatkan keinginannya.

Dalam kondisi seperti ini, Smart Mom butuh trik cerdas untuk menghadapi rengekan Si Kecil, tanpa melukai dan tanpa membuatnya jadi manja.

Bagaimana cara mengatasi rengekan anak?

Menurut Schultz Laurel J MD, dokter anak di Bay Area, San Francisco, Amerika, terkadang anak-anak menggunakan rengekan sebagai cara untuk mencari perhatian. Sedangkan tuntutan seperti es krim, mainan baru, dan lainnya, hanya dijadikan sebagai jalan saja.

Maka dari itu, hal pertama yang harus dilakukan untuk menghentikan rengekan Si Kecil adalah, cari tahu dulu apa penyebab utama rengekannya. Misalnya jika Smart Mom sudah lama tidak memperhatikannya karena sibuk bekerja, mungkin dia sedang menuntut perhatian.

Setelah diketahui penyebab utamanya, baru Smart Mom mulai melakukan pendekatan. Misalnya, “Nak, udah dong. Kan capek terus-terusan nangis begitu. Sekarang kita jalan-jalan yuk!” Atau bisa juga menggunakan ajakan, “Sekarang Mama bacakan dongeng ya!”

Dengan cara ini, Smart Mom sudah menawarkan solusi agar Si Kecil berhenti merengek, tanpa berkompromi untuk memenuhi keinginannya. Hanya fokus kepada masalah utamanya, yakni Si Kecil butuh perhatian lebih. 

Sementara Becky A. Bailey, Ph.D., pendidik dan psikolog perkembangan anak, saat anak merengek Smart Mom sebaiknya menarik nafas dalam-dalam, dan tenangkan diri dulu. Baru setelah itu menghampirinya. Hindari membentak, atau memasang wajah kesal.

Menurut Becky, membiarkan anak terus merengek tanpa memberi respons apa-apa mungkin akan membuat Si Kecil diam sendiri karena capek. Tapi hati-hati, kebiasaan ini bisa berakibat buruk bagi perkembangan mental Si Kecil.

Kesimpulannya, saat Si Kecil merengek, respons dan tanya apa penyebab rengekan tersebut dengan penuh kelembutan. Jika permintaan Si Kecil bisa dikabulkan, maka kabulkanlah. Tapi jika tidak, ajak anak berdiskusi agar dia tidak menjadikan merengek sebagai kebiasaan.

Prev Post

Ayah Tidak Boleh Memandikan Anak Perempuan. Benarkah?

Next Post

Hati-hati, Ini Efek Buruk Mom Shaming Pada Tumbuh Kembang Si Kecil

SHARE TO