Saat Anak Mengaku Sudah Punya Pacar, Ini Yang Harus Dilakukan Smart Mom!

December 24 2017 - 14:00

Tentu Mom masih ingat dengan fenomena #KidsJamanNow. Hashtag yang kebanyakan berisi gambaran kelakukan nyeleneh anak-anak zaman sekarang tersebut kerap menampilkan foto atau video anak-anak yang sudah mulai berpacaran walaupun usianya masih sangat belia.

Nah saat Si Kecil mengaku sudah punya pacar, Mom jangan langsung panik. Bagaimanapun juga ini normal dan mereka pasti akan melewati tahap yang disebut puppy love atau cinta monyet.

Menurut Sani B. Hermawan, psikolog dari Lembaga Psikologi Daya Insani, selain berdasarkan kekaguman, ternyata perasaan tertarik terhadap lawan jenis bertujuan untuk mengeksplorasi, dan menilai seberapa menariknya mereka di mata orang lain, terutama teman-temannya.

Apa yang harus dilakukan?

Sani menyarankan agar orangtua sebaiknya jangan melompati fase ini dengan melarang mereka atau malah meledek. Menurutnya, beberapa penelitian membuktikan jika mereka yang sedang mengalami puppy love lebih mudah mengalami depresi, terlebih jika orangtua kurang suportif.

Di sisi lain, melarang mereka pacaran pun hanya akan menumbuhkan sifat pemberontak, dimana mereka biasanya akan melakukan hubungan diam-diam atau istilahnya backstreet.

Justru ini sangat berbahaya Mom. Pasalnya, saat berpacaran tanpa sepengetahuan orangtua, mereka bisa terjebak dalam gaya hidup bebas, termasuk seks bebas. Selain itu, mereka pun akan mulai suka berbohong, seperti alasan kerja kelompok padahal pacaran, dan sejumlah dampak negatif lainnya.

Alih-alih melarangnya, Sani menyarankan agar Mom menjadi pendengar yang baik, sekaligus tempat curhat yang menyenangkan bagi mereka.

Dengan begitu, mereka akan banyak belajar tentang bagaimana cara berpacaran yang sehat, dan batasan-batasan yang harus ditaati dalam berpacaran, termasuk area mana saja yang harus mereka lindungi. Selain itu, Si Kecil pun akan cenderung bebas dari stres, dan terhindar dari kebiasaan berbohong.

Sementara menurut Psikolog Seksual Zoya Amirin M.Psi, saat mereka mengaku sudah punya pacar, sebaiknya beri informasi tentang pendidikan seks. Bahkan jika perlu, undang pasangannya ke rumah dan diskusikan aturan dasar pacaran sehat.

Misalnya, memegang tangan diperbolehkan, tapi untuk area lainnya tidak. Cium kening dan pipi masih boleh, tapi untuk cium bibir sebaiknya jangan. Selain itu, mereka boleh berpacaran di rumah (saat ada orang lain) atau tempat yang ramai.

Dengan cara seperti ini, mereka akan merasa didukung dan tidak perlu sembunyi-sembunyi. Di sisi lain, Mom pun bisa lebih mudah memantau perkembangan gaya pacaran anak-anak, tanpa membuat mereka merasa dimata-matai.

posted December 24 2017 - 14:00