Smart Mom, Yuk Ajarkan Keberagaman Pada Anak Sejak Dini!

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan keragaman suku. Kondisi ini bisa sangat menguntungkan karena Smart Mom bisa mengajarkan toleransi langsung dari lingkungan, tapi juga bisa jadi boomerang jika pemahaman soal toleransi tidak diajarkan kepada anak.

Agar Si Kecil tidak menjelma jadi anak yang rasis dan mau menerima keragaman dengan tangan terbuka, berikut merupakan trik yang bisa Smart Mom lakukan.

Jelaskan Tentang Sejarah Indonesia

Sejak dini Smart Mom harus menjelaskan tentang Indonesia, dan bagaimana sejarah terbentuknya negara ini. Jelaskan mulai dari wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, banyak bahasa daerah, dan banyak budaya. Jelaskan juga jika semua perbedaan tersebut dirangkum dalam Bhineka Tunggal Ika.

Di Indonesia, tidak ada satu suku pun yang lebih menonjol. Misal, jumlah suku Jawa dan Sunda memang jauh lebih banyak, tapi suku Batak dan Dayak pun punya kontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Ajak Berkunjung Ke Tetangga yang “Berbeda”

Saat ini hampir seluruh suku di Indonesia sudah menyebar keluar dari daerahnya masing-masing. Misalnya di pulau Jawa, kamu bisa mudah menemukan orang-orang Padang, Batak, Papua dan suku lainnya. Tentu saja mereka pun membawa agama dan bahasanya masing-masing.

Agar Si Kecil bisa memaknai perbedaan ini dengan positif, ajak dia untuk berkunjung pada tetangga kita yang berbeda suku, ras ataupun agama, dan biarkan mereka berinteraksi dengan mereka.

Jangan Membanggakan Satu Suku

Saat bicara dengan anak-anak, jangan sekali-kali Smart Mom mengeluarkan klaim suku tertentu lebih unggul ketimbang suku lainnya. Jika ini dilakukan, hal ini akan membuat ego kesukuannya muncul, dan merasa lebih baik ketimbang suku lainnya.

Untuk itu, jika ingin menjelaskan keunggulan suku Smart Mom, jangan lupa jelaskan juga keunggulan suku lainnya. Dengan begitu, Si Kecil akan faham jika Indonesia hebat karena keragaman!

Biasakan Bersosialisasi

Kebanyakan orang yang tidak mampu menerima keragaman adalah mereka yang hanya bersosialisasi dengan saudara sesuku atau seagamanya. Nah agar ini terjadi, ajak anak untuk bersosialisasi dengan mereka yang berbeda. Bahkan kalau perlu, sekolahkan Si Kecil di sekolah yang lebih heterogen.

Saat mereka sudah terbiasa bersosialisasi dengan teman-temannya yang berbeda suku, bahasa, dan agama, jiwa toleransinya pun akan terbentuk dan dia pun akan lebih mudah menerima keberagaman.

posted 07 Agustus 2018 - 10:43