Bagikan

Cara Hemat Menikmati Akhir Pekan Bersama Keluarga

Diupload pada 15 March 2019, 12:00 AM1 menit baca Smart Life
Cara Hemat Menikmati Akhir Pekan Bersama Keluarga

Menikmati akhir pekan bersama keluarga identik dengan jalan-jalan, berbelanja bersama, atau makan di tempat-tempat favorit. Terkadang, akhir pekan pun bisa dinikmati sambil menonton film keluarga di bisokop. Tentu saja semua rutinitas tersebut butuh biaya yang tinggi.


Ada solusi hemat tidak? Tentu saja ada Smart Mom, berikut merupakan trik hemat dan bermanfaat menikmati akhir pekan bersama keluarga.

Berkebun Tanaman Produktif

Selain hemat, cara ini pun mendatangkan banyak sekali manfaat. Misalnya, menanam bawang, cabe merah, tomat, dan lainnya, bisa digunakan untuk menghemat pengeluaran memasak. Bonusnya, tanaman produktif pun lebih aman karena bebas pestisida.

Trik ini pun tidak membutuhkan banyak biaya, dan perawatan rutin yang tidak terlalu berat. Smart Mom bisa meminta anak-anak untuk menyiram tanaman, ikut memetik hasil panen dan lainnya.

Memasak Bersama

Kegiatan ini sebenarnya bisa dikombinasikan dengan kegiatan lainnya, termasuk berkebun. Pasangan dan anak laki-laki bisa menghabiskan waktu di kebun belakang rumah, sementara Smart Mom dan si kakak perempuan bisa melakukan aktivitas memasak bersama.

Nantinya, makanan tersebut akan dihidangkan sebagai makanan siang, atau bisa juga sebagai camilan atau makanan penghangat suasana di kala isitrahat.

Berkunjung ke Rumah Nenek

Kalau jarak perjalanan dari rumah ke rumah nenek cukup dekat (sekitar 1-2 jam), Smart Mom bisa memilih aktivitas ini. Selain sebagai ajang untuk melepas kangen, kegiatan ini pun bisa dilakukan untuk semakin mempererat hubungan keluarga.

Saling Bercerita

Saling bercerita merupakan kegiatan menarik dan penuh dengan manfaat. Selain itu, kegiatan ini pun baik untuk melatih mental Si Kecil, dan membiasakan suasana keluarga yang penuh dengan diskusi.

Cara melakukannya mudah, Smart Mom dan anggota keluarga lainnya bisa tampil satu per satu untuk menceritakan pengalaman mereka dalam sepekan. Semua pengalaman yang diceritakan harus berdasarkan kisah nyata, jujur dan tidak ditutup-tutupi.

Di akhir sesi, seluruh anggota keluarga bisa saling memberikan solusi, dukungan, atau komentar terkait kejadian yang dialami. Bagaimana, sangat menarik bukan?