Bagikan

Latih Perkembangan Motorik Anak Lewat Permainan Tradisional

Diupload pada 14 September 2017, 12:00 AM2 menit baca Smart Life
Latih Perkembangan Motorik Anak Lewat Permainan Tradisional

Perkembangan teknologi yang tengah pesat-pesatnya telah menarik perhatian berbagai pihak, terutama anak-anak. Dibekali oleh tingginya rasa penasaran seorang anak, berbagai gawai atau gadget seolah menjadi satu-satunya sumber hiburan bagi si kecil. Sayangnya, hal tersebut bisa berakibat buruk dalam perkembangan kemampuan motoriknya.

Perkenalkanlah si kecil dengan berbagai permainan-permainan tradisional yang mengandalkan fisik. Smart Mom bisa memulainya dengan melakukan games sederhana seperti:

1. Egrang

Permainan engrang membutuhkan kekuatan otot-otot kaki dan tangan, karena menggunakan batang kayu atau bambu sebagai alat penopang tubuh, maka terlebih dahulu untuk bisa memainkannya dengan baik seseorang harus melatih keseimbangannya. Perkenalkan permainan ini kepada anak Anda, jika perlu Anda dapat membuatkannya sendiri karena mudah cara membikinnya. Agar tidak menjemukan Anda dapat mengadakan sebuah pertandingan kecil, ajaklah teman-temanya untuk ikut bermain supaya suasana permainan jadi semakin menyenangkan.

2. Lompat tali

Permainan lompat tali yang biasa dilakukan oleh anak-anak di pedesaan umumnya menggunakan gelang karet yang dirangkai memajang menjadi sebuah tali. Permaianan lompat tali biasanya dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok bergiliran menjadi pemegang tali. Cara memainkannya unik karena ada level ketinggian yang berbeda-beda yang setiap kelompok harus mampu menyelesaikannya, bila ada salah seorang dari kelompok lawan gagal melompat pada level ketinggian tertentu, maka dia harus keluar dari permainan untuk sementara waktu.

3. Gobak sodor

Permainan gobak sodor atau permainan hadang juga dilakukan secara berkelompok antara 3-5 orang tiap kelompoknya, permainan gobak sodor membutuhkan kekompakan untuk bisa menjaga pertahanan agar tidak dimasuki oleh tim lawan. Permainan gobak sodor sangat menyenangkan, tubuh dipaksa untuk terus lincah bergerak kesana kemari mencegah tim lawan berhasil memasuki daerah yang Anda jaga. Jika anak-anak Anda tidak pernah tahu permainan ini segera ajak mereka untuk memainkannya, Anda pasti sangat membutuhkan teman-temannya ajaklah mereka untuk ikut serta.

4. Engklek

Permainan ini membutuhkan kekuatan otot-otot kaki. Perkenalkan kepada putra-putri Anda bagaimana cara memainkannya, Anda dapat memodifikasi permainan yang monoton dengan memberikan hukuman bagi siapa saja yang kalah dalam permainan, seperti harus menyanyikan sebuah lagu atau melakukan push up sebagai hukumannya.

5. Bentengan

Masih teringat jelas permainan ini yang paling kami gemari ketika masih duduk di bangku SD dulu, ketika jam istirahat tiba kelompok kami selalu mengajak adik kelas atau kakak kelas untuk bermain bentengan, dengan 2 buah pohon yang tumbuh di halaman sekolah kami jadi sebagai "benteng" pertahanan kami. Cara memainkannya sangat mudah, setiap kelompok harus bisa menyentuh pohon lawan, namun setiap anggota kelompok harus berusaha dengan sekuat tenaga mencegah lawan menyentuh pohon tersebut dengan cara memegang lawan dan "membekukannya". Permainan ini membutuhkan halaman yang luas atau tanah lapang karena setiap orang akan berlarian ke sana-ke mari, jika Anda berminat mengajak buah hati Anda memainkannya ajak serta anak-anak tetangga Anda untuk ikut serta dalam permainan tersebut.


Selain mengembangkan kemampuan motorik, Smart Mom juga ikut melestarikan permainan-permainan tradisional asli Indonesia.