Tak Ramah Lingkungan, Segera Hentikan Penggunaan Sedotan Plastik Ya Smart Mom!
Saat ini sudah cukup banyak restoran dan cafe yang tidak lagi menyediakan sedotan plastik. Ini mereka lakukan untuk mendukung kampanye penghentian penggunaan sedotan plastik yang ternyata memang tidak ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa fakta tentang sedotan plastik yang ternyata sangat berbahaya untuk lingkungan kita.
- Butuh waktu 500-1000 tahun untuk terurai
Sedotan plastik umumnya dari plastik jenis propylene atau polystyrene yang butuh waktu 500-1000 tahun untuk terurai. Penggunaan sedotan plastik yang tidak segera dihentikan akan menambah jumlah volume sampah plastik di bumi.
- Sulit didaur ulang
Proses daur ulang sedotan plastik butuh biaya yang banyak sementara nilai sedotan plastik setelah didaur ulang sangat rendah. Berdasarkan bentuknya, sedotan plastik juga terbilang sulit di daur ulang. Jadi tidak heran jika tidak ada pihak yang bersedia memproses daur ulang sedotan plastik. Sehingga sampah sedotan plastik cuma akan berujung di tempat pembuangan sampah akhir.
- Jadi sampah yang mencemari laut
Dilansir dari laman situs IDNTimes, temuan yang dilakukan oleh Divers Clean Action di Pulau Pramuka, sangat mengejutkan karena dari 300 sampah plastik, 16 kilogramnya adalah sampah sedotan. Sementara temuan di Bali yang dilakukan di 40 titik pantai, dari 40 ton sampah 11 persen adalah sampah sedotan. Angka ini sangat tinggi dan jika tidak dihentikan bisa membahayakan biota laut.
Setelah melihat fakta tentang sedotan plastik yang ternyata sangat berbahaya untuk lingkungan kita di atas, mari mulai sekarang kita menghentikan penggunaan sedotan plastik. Bukan berarti harus menghentikan penggunaan sedotan karena saat ini ada solusinya dengan menggunakan sedotan yang tidak terbuat dari plastik, seperti sedotan logam, sedotan bambu dan sedotan kertas.