Kenalan Yuk dengan Conscious Parenting dan Cara Menerapkannya, Smart Mom!
Smart Mom sudah pernah dengar istilah conscious parenting? Salah satu metode pengasuhan ini ternyata diketahui memiliki banyak manfaat positif, termasuk di antaranya bisa mengurangi stres dan juga bisa meningkatkan bonding (ikatan) dengan Si Kecil.
Apa Itu Conscious Parenting?
Conscious parenting yang dipopulerkan oleh Dr. Shefali Tsabary melalui buku The Conscious Parent: Transforming Ourselves, Empowering Our Children, ini merupakan pola asuh yang berfokus pada kesadaran diri orang tua dalam mendampingi Si Kecil.
Cukup berbeda dengan pola asuh tradisional yang mayoritas lebih sering menekankan pada disiplin dan kontrol, conscious parenting mengajak para orang tua untuk hadir sepenuhnya dalam setiap momen bersama anak-anaknya.
Conscious parenting menekankan pentingnya kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan komunikasi yang penuh empati. Dengan begitu, anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan memiliki empati tinggi terhadap orang lain.
Cara Menerapkan Conscious Parenting
- Sediakan waktu berkualitas
Luangkan waktu setiap hari untuk terhubung dengan Si Kecil secara penuh. Matikan ponsel, lakukan kontak mata, dan dengarkan cerita mereka tanpa menghakimi, sehingga mereka merasa dihargai dan didengar.
- Kelola emosi
Sadari emosi (baik itu lelah, marah atau frustrasi) dan kelola emosi tersebut lebih dulu sebelum bereaksi terhadap tingkah laku Si Kecil. Ambil napas dalam atau beri jeda sejenak untuk menenangkan diri, lalu tanggapi Si Kecil dengan tenang dan bijaksana. Ini akan menjadi teladan yang baik bagi Si Kecil dalam mengelola emosi mereka sendiri.
- Jadilah panutan yang baik
Anak-anak sudah pasti akan meniru perilaku orang tua mereka. Karena itu tunjukkan sikap sabar, hormat, dan penuh kasih sayang dalam interaksi sehari-hari, sehingga Si Kecil akan belajar menumbuhkan nilai-nilai positif seperti empati dan toleransi secara alami.
- Tetapkan batasan dengan empati dan konsistensi
Menetapkan batasan (peraturan) pada Si Kecil memang penting, tetapi berikan batasan yang jelas disertai penjelasan alasannya. Hal ini akan membantu Si Kecil untuk belajar mengendalikan diri dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka, bukan karena takut dihukum.
- Validasi perasaan Si Kecil
Orang tua harus mengakui dan terima perasaan Si Kecil dan jangan sekali-kali meremehkannya. Kata-kata seperti "Mama paham kamu lagi sedih ya" bisa membantu membuat Si Kecil merasa aman untuk mengekspresikan diri, yang penting untuk perkembangan konsep diri yang kuat dan sehat.
- Beri kepercayaan dan apresiasi
Beri Si Kecil kepercayaan bahwa mereka bisa melakukan banyak hal dan jangan membandingkan mereka dengan orang lain. Jika Si Kecil mengalami kegagalan, beri ia motivasi untuk melakukan lebih baik lagi di kemudian hari, dan jika ia berhasil melakukan sesuatu Smart mom bisa memberinya hadiah sebagai apresiasi atas keberhasilannya.
Bagaimana, Smart Mom tertarik menerapkan conscious parenting?