Bagikan

Mengajarkan Lebih dari Satu Bahasa Bisa Membuat Si Kecil Bingung?

Diupload pada 23 November 2018, 12:00 AM2 menit baca Smart Parenting
Mengajarkan Lebih dari Satu Bahasa Bisa Membuat Si Kecil Bingung?

Kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu skill yang harus dilatih sejak dini. Karena faktor inilah akhirnya banyak orangtua yang sudah mengajarkan anaknya bahasa asing sejak dini, bahkan sejak Si Kecil masih belajar bicara.

Tapi sayang Smart Mom, mengajarkan dua bahasa atau lebih, pada Si Kecil yang masih belajar bicara malah akan menimbulkan masalah speech delay, alias terlambat bicara.

Hal ini diungkapkan dr. Meta Hanindita, Sp.A, dokter spesialis anak, konselor laktasi, dan juga penulis buku Mommyclopedia, menjelaskan jika penelitian membuktikan jika mengajarkan dua bahasa atau lebih, malah akan membuat Si Kecil mengalami kebingungan, dan berisiko mengalami masalah speech delay.

Selain masalah terlambat bicara, mengajarkan banyak bahasa dalam kondisi Si Kecil masih belum mampu bicara, malah akan membuat Si Kecil menolak bicara (lebih banyak diam karena bingung), atau justru malah memilih berbicara dengan bahasanya sendiri yang tidak dimengerti orang lain.

Ini sangat berbahaya, anak yang tidak mampu mengungkapkan keinginannya (karena Smart Mom tidak mengerti), berisiko berperilaku buruk, seperti tantrum, stres dan emosional.

Kapan Si Kecil boleh diajarkan bahasa asing?

Sebaiknya hal ini dilakukan secara bertahap. Saat Si Kecil sudah menguasai 1 bahasa (biasanya di usia 5 tahun), Smart Mom bisa mengajarkan Si Kecil bahasa lainnya. Misalnya Si Kecil diajarkan Bahasa Indonesia, kemudian diajarkan bahasa asing (misal, bahasa Inggris) saat memasuki usia sekolah.

Sementara menurut Rita Rahmawati, Amd. TW, S.Pd., terapis wicara dari RS Harapan Kita, menyebut jika trik paling ampuh untuk melatih bahasa anak adalah dengan menggunakan stimulasi modeling.

Artinya, apapun kata baru yang akan diajarkan pada anak, mereka harus tahu dulu artinya. Misalnya, apel untuk menunjukan buah apel, dan lainnya. Agar lebih mudah, metode ini sebaiknya ditunjang oleh bentuk visualisasi seperti miniatur, gambar, atau bentuk aslinya.

Dengan cara seperti ini, persepsi Si Kecil tentang kosakata akan terbentuk dengan sendirinya, sama persis dengan persepsi yang coba disampaikan oleh Smart Mom. Selain itu, cara ini pun akan membuat Si Kecil lebih cepat bicara, dan mampu mengungkapkan keinginannya dengan baik.