Bagikan

Selingi Kerja dengan Main Sosmed Bikin Depresi, Mitos atau Fakta?

Diupload pada 30 May 2018, 12:00 AM2 menit baca Smart Life
Selingi Kerja dengan Main Sosmed Bikin Depresi, Mitos atau Fakta?

Salah satu trik untuk mengatasi masalah kebosanan kerja adalah menyelinginya dengan aktivitas yang menyenangkan, misalnya bermain games selama 5-10 menit, memalingkan pandangan ke arah panorama alam, ngobrol dengan teman dan lainnya.

Tapi Bagaimana dengan Membuka Situs Sosial Media, Apa Benar Bisa Mendatangkan Depresi?

Bagi beberapa orang, membuka sosial media merupakan hal yang sangat menyenangkan. Saat membuka situs sosial media, kita bisa berinteraksi dengan teman-teman yang jauh, saling menyemangati, curhat tentang rutinitas yang membosankan, dan lainnya.

Tapi hati-hati jika Smart Mom termasuk pengguna sosial media dengan tipe mudah merasa minder atau low self esteem, suka dengan berita-berita yang bersifat tendensius, suka melampiaskan pemikirannya negatif di sosial media, baperan dan lainnya.

Menurut psikolog klinis dari Sanatorium Dharmawangsa, Tara Adhisti de Thours, BA, M. Psi, bagi pengguna sosial media dengan tipe-tipe di atas, mengambil waktu jeda dengan bermain sosial media justru malah mendatangkan depresi.

Contoh paling sederhana. Jika Smart Mom termasuk pribadi yang minder, kemudian melihat teman-teman sudah hidup enak dan terlihat sukses, bukan tidak mungkin justru Smart Mom akan merasa makin minder. Akibatnya, timbul perasaan gagal, merasa tidak berguna dan lainnya.

Padahal, di media sosial apapun bisa terjadi. Mereka bisa tampil atau membangun citra diri sesuai dengan yang mereka inginkan, bahkan bertentangan dengan relita yang sebenarnya.

Lain hal jika Smart Mom termasuk pengguna sosial media yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan orang lain, sosial media mungkin bisa jadi sarana terbaik untuk menghilangkan jenuh, atau bahkan bisa juga digunakan sebagai sarana untuk memotivasi diri agar lebih baik.

Menyelingi kerja dengan main sosial media bisa jadi memberikan pengaruh baik, tapi bisa juga memberi pengaruh buruk, tergantung tipe pengguna sosial media seperti apa Smart Mom ini, dan bagaimana Smart Mom menyikapi isi konten dari sosial media tersebut.

Nah kalau menurut Smart Mom bagaimana? Apakah sosial media bisa jadi solusi terbaik saat jeda kerja, atau justru jadi sumber masalah baru?