Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Tak Hanya Mencemari Lingkungan, Limbah Mikroplastik Juga Mengancam Kesehatan Kita

Posted on 9 December 2019, 02:55 PM
Tak Hanya Mencemari Lingkungan, Limbah Mikroplastik Juga Mengancam Kesehatan Kita

Berbagai kampanye pengurangan pemakaian plastik semakin digaungkan di tengah masyarakat. Smart Mom yang rajin menyimak berita pasti tak asing dengan kegiatan ini. Apalagi belakangan ada ancaman yang ternyata sudah lama mengintai kesehatan, mikroplastik.

Mikroplastik, si mungil yang berbahaya

Mikroplastik, mengikuti namanya, adalah komponen plastik yang mempunyai ukuran kurang dari lima meter. Karena ukurannya yang mungil inilah sebagian besar orang tak menyadari mikroplastik dapat masuk ke makanan hingga kulit!

Berdasarkan riset Departemen Perikanan dan Akuakultur (FAO), mikroplastik berisiko memberikan efek samping seperti:

  • Mengacaukan sistem hormonal. Mikroplastik memiliki kandungan zat aditif yang berpotensi mengganggu endokrin atau sistem hormonal. Pasalnya, senyawa kimia yang diserap plastik akan dilepas, lalu secara biologis terakumulasi di lingkungan;
  • Meracuni bahan makanan. Tahukah Smart Mom kalau kerang mempunyai konsentrasi mikroplastik tertinggi hingga 4 partikel per gram? Belum lagi ikan yang rentan mengonsumsi limbah tersebut karena ukurannya yang kecil;
  • Mengganggu sistem kekebalan tubuh. Meski hanya partikel berukuran 1,5 mikrometer atau kurang yang dapat masuk ke pembuluh darah kapiler, mikroplastik tetap beresiko menurunkan sistem daya tahan, memicu stress oksidatif, hingga mengubah DNA.

Hidup sehat dengan kain ramah lingkungan

Belum terlambat bagi Smart Mom untuk menerapkan gaya hidup bebas mikroplastik. Selain menjauhi material berbahan dasar plastik, Smart Mom juga bisa mengenakan pakaian ramah lingkungan yang terbuat dari kain-kain berikut ini:

  • Kapas organik. Berbeda dari kapas kebanyakan, kapas organik yang memakai pestisida. Smart Mom dapat mengenalinya dari label 100% cotton saat memeriksa pakaian;
  • Serat hemp. Belakangan serat hemp diperkenalkan sejumlah rumah mode dan perancang ternama sebagai bahan ramah lingkungan dalam produk-produknya. Dilansir dari situs Today.com, pada acara pembukaan New York Fashion Week tahun 2008, desainer busana Francisco Costa dari rumah mode Calvin Klein, pernah mengeluarkan pantsuit serta mantel panjang dari serat hemp. Selain itu, perancang Donatella Versace membuat sebuah gaun berpotongan terbuka pada bagian punggung, yang mana kain dari gaun tersebut merupakan campuran hemp dengan sutra;
  • Kasmir. Dengan bahan utama serat protein kedelai dari residu olahan kedelai, kasmir masuk ke dalam jenis kain yang bersahabat dengan lingkungan;
  • Wol. Jenis bahan ini bisa didaur ulang hingga tahan api. Namun, Smart Mom perlu pastikan wol yang dipilih tak memakai bahan kimia beracun dalam produksinya.

Satu lagi langkah yang akan membuat gaya hidup Smart Mom kian ramah terhadap lingkungan: gunakan detergen terpercaya seperti Attack Anti Bau. Walau tak menggunakan fosfat, Attack Anti Bau dibekali teknologi teranyar dari Jepang yang memungkinkannya mengangkat kotoran dari pakaian tanpa harus memakai air panas.

Proses pencucian pun akan terasa maksimal apabila Smart Mom menggunakan mesin cuci Electrolux UltimateCare™ 900. Fitur UltraMix™ pada mesin cuci tersebut sanggup melarutkan detergen dan mencegah peluruhan mikropslatik yang terkandung dalam sejumlah pakaian.

Prev Post

Tips Mencuci Baju Agar Kualitas Warna Tetap Terjaga

Next Post

Efek Buruk Memberi Uang Jajan Berlebih pada Si Kecil

SHARE TO