Bagikan

Hati-hati, Sering Posting Foto Anak Bisa Bikin Mereka Depresi Lho!

Diupload pada 8 May 2018, 12:00 AM2 menit baca Smart Parenting
Hati-hati, Sering Posting Foto Anak Bisa Bikin Mereka Depresi Lho!

Bangga dong punya anak yang lucu dan menggemaskan? Saking lucunya, sering kali kita tergoda untuk mengunggah foto atau video kelucuan mereka ke sosial media. Harapannya, tentu saja agar Si Kecil mendapatkan apresiasi berupa like dan komentar positif.

Tapi Hati-Hati Lho Smart Mom, Aktivitas Seperti Ini Bisa Bikin Anak Depresi!

Menurut psikolog anak dan keluarga, Amanda Margia Wiranata, menyarankan agar Smart Mom lebih pintar dalam mem-posting foto atau video anak di sosial media. Hal ini dilakukan sebagai bentuk proteksi dari risiko cyberbully.

Lebih lanjut lagi, Amanda menjelaskan jika anak terlalu banyak dipapar oleh sosial media sejak dini, secara tidak langsung Smart Mom sedang membentuk kepribadiannya berdasarkan persepsi orang lain. Nah inilah yang sangat berbahaya karena bisa membuat anak sulit menemukan jati dirinya.

Misalnya, saat orang-orang memandangnya sebagai anak yang manis dan lucu dengan pipi tembemnya, tiba-tiba pipi tembemnya menghilang seiring bertambahnya usia. Kondisi ini jelas akan membuatnya sedih karena merasa dirinya tidak menarik lagi.

Hal yang sama terjadi saat ada orang lain yang mengatakan,“kok sekarang jadi hitam ya?”. Kondisi ini akan membuat anak berpikir jika orang dengan kulit hitam tidak menarik, sehingga dia akan berusaha keras untuk mendapatkan kulit putih.

Terbiasa hidup berdasarkan persepsi orang lain ini akan membuat anak merasa capek. Lebih parahnya lagi, dia akan sulit menemukan apa keinginannya, dan cenderung mengabaikan hal-hal yang sebenarnya tidak membuat dia nyaman. Lagi-lagi, semua itu dilakukan demi citra positif orang lain!

Apa yang Harus Dilakukan?

Ketimbang sibuk membangun citra positif anak di sosial media, sebaiknya waktu luang yang Smart Mom miliki dihabiskan untuk memikirkan bagaimana cara mempersiapkan Si Kecil jadi pribadi yang lebih percaya diri, tangguh dan nyaman dengan apa yang dimilikinya.

Caranya banyak kok, Smart Mom bisa menggali potensi Si Kecil, kemudian mengembangkannya, membiasakan anak mengambil keputusan sendiri, atau meminta pendapat anak dalam diskusi keluarga, tidak menanamkan rasa takut (dengan acaman, atau memarahinya), dan lainnya.

Dengan cara ini, kepercayaan diri anak akan mulai terbentuk tanpa harus repot-repot membangun citra positif di sosial media. Setuju Smart Mom?