Bagikan

Insightful: Mengenali & Mengatasi Keterlambatan Kemampuan Bicara pada Si Kecil

Diupload pada 5 December 2025, 12:00 AM2 menit baca Smart Parenting
Insightful: Mengenali & Mengatasi Keterlambatan Kemampuan Bicara pada Si Kecil

Rata-rata ketika Si Kecil memasuki usia 2 tahun, biasanya ia sudah memiliki kemampuan bicara yang cukup lancar dan bisa dimengerti orang dewasa, walaupun mungkin seringkali struktur kalimatnya masih belum teratur. 

 

Tetapi, jika Si Kecil belum lancar berbicara atau kata-kata yang diucapkan sulit dimengerti padahal ia sudah berusia 2 tahun bisa jadi ini merupakan pertanda speech delay atau keterlambatan kemampuan  bicara.

 

Apa Itu Speech Delay? 

 

Speech delay merupakan keterlambatan kemampuan bicara dan menyampaikan sesuatu secara verbal. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), speech delay umumnya disebabkan oleh adanya gangguan pendengaran, autis, retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif/ekspresif, atau bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan pada organ mulut. 

 

Tanda-tanda Speech Delay

  • Usia 9–12 bulan: Si Kecil tidak mengoceh atau meniru suara-suara di sekitarnya, tidak merespons saat dipanggil, dan tidak menggunakan gerakan seperti menunjuk atau melambaikan tangan.
  • Usia 18 bulan: Penggunaan kata bermakna sangat minim, Si Kecil lebih sering memakai gerakan seperti menunjuk atau menarik tangan untuk berkomunikasi.
  • Usia 2 tahun: Si kecil terlihat kesulitan menggabungkan dua kata untuk membentuk frasa, ucapan tidak jelas dan hanya mampu meniru ucapan atau tindakan tanpa menghasilkan kata secara spontan.

 

Tanda umum lainnya yang juga bisa menjadi tanda speech delay adalah Si Kecil tampak kesulitan mengikuti instruksi sederhana, Si Kecil mengeluarkan nada suara tidak biasa (serak atau sengau), atau cuma mengulang-ulang beberapa kata dan tidak bisa memakai bahasa lisan untuk komunikasi. 

 

Terapi yang Tepat

  • Jika ada diagnosa mengalami speech delay, langkah pertama yang dapat diambil adalah mendaftarkannya untuk terapi wicara dengan ahlinya. Terapi awal biasanya akan dimulai dengan latihan pernapasan atau stimulasi motorik pada area mulut dan lidah, terutama jika Si Kecil sulit mengeluarkan suara
  • Untuk mendukung terapi wicara dengan ahlinya, sehari-hari Smart Mom bisa membantu dengan latihan interaksi, seperti mengajaknya bicara, menanggapi tiap ia mengatakan sesuatu, mengajaknya membaca buku dan bernyanyi bersama.
  • Batasi pemakaian gadget, seperti laptop dan smartphone, karena interaksi satu arah dapat menghambat perkembangan bahasa Si Kecil.
  • Biarkan Si Kecil bereksplorasi dengan memberi kesempatan ia untuk bermain dengan berbagai mainan edukatif sebagai ganti waktu berniteraksi dengan layar atau screen time.

 

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Smart Mom semua!

 

Selalu gunakan detergen Attack Sensor Matic 9 Hi-Tech in 1 yang didalamnya terdapat Low Foam Technology yang merawat mesin cuci tetap awet, serta Automatic Sensor Technology yang otomatis jitu melacak, melawan dan membersihkan noda hingga ke serat kain terdalam serta menjadikannya bersih maksimal tanpa rendam dan kucek.