Bagikan

Vaksinasi Sebabkan Autisme, Benarkah?

Diupload pada 22 May 2018, 12:00 AM1 menit baca Smart Parenting
Vaksinasi Sebabkan Autisme, Benarkah?

Vaksinasi pada anak hingga kini masih jadi perdebatan yang cukup sengit di kalangan orangtua. Ada yang percaya vaksinasi merupakan upaya terbaik melindungi anak-anak dari bahaya penyakit, tapi ada juga yang justru percaya vaksinasi bisa mengakibatkan banyak dampak buruk, salah satunya autisme.

Benarkah Vaksinasi Bisa Sebabkan Autisme?

Awal mula kehebohan ini disebabkan karena penelitian yang dilakukan pada tahun 1998 di Inggris yang menyebutkan vaksin campak-gondong-rubella (MMR), bisa menyebabkan autisme. Penelitian ini sendiri hanya dilakukan pada 12 anak, tapi mendapat banyak pemberitaan dari media.

Parahnya lagi, saat itu kasus autisme di Inggris sedang meningkat pesat, sehingga banyak orang yang langsung percaya jika vaksinasi merupakan biang keladi dari banyaknya anak yang didiagnosis autisme.

Melihat kehebohan ini, beberapa tim peneliti ternama pun mulai meneliti ulang hasil penelitian tersebut. Setidaknya, ada sekitar 13 tim penelitian yang mencari tahu antara hubungan vaksin MMR dengan autisme, dengan metode yang berbeda-beda.

Hasilnya, tidak ada satu pun hasil penelitian yang membuktikan klaim tersebut. Hasil penelitian ini pun kemudian mereka publikasikan dalam beberapa jurnal medis.

Sebagai tindak lanjut, Komite Tinjauan Keselamatan Imunisasi Institute of Medicine, tahun 2004 silam menerbitkan laporan terkait topik tersebut, kemudian menyimpulkannya dalam sebuah laporan dan menyatakan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara vaksin dan autisme.

Bagaimana dengan Smart Mom, apakah Si Kecil sudah lengkap imunisasinya?