Saat Jadi "Pelampiasan" Kekesalan Smart Mom, Ini yang Akan Dialami Si Kecil

Posted on 9 November 2018, 10:32 AM
Saat Jadi

Saat suasana hati sedang tidak kondusif, terkadang kita butuh pelampiasan untuk melepaskan semua amarah yang tertahan. Tapi sayang Smart Mom, banyak orangtua yang melampiaskan kekesalannya tersebut pada anak-anak. Nakal dikit saja, hukumannya bisa sangat mengerikan.

Apa dampaknya bagi Si Kecil?

Menurut Astrid W.E.N, MPsi, psikolog anak dan keluarga dari Poin Clinician, apapun alasannya, kekerasan merupakan penyalahgunaan kekuasaan. Seharusnya Smart Mom bertindak sebagai pelindung, bukan malah menindasnya dengan menjadikan Si Kecil sebagai bahan pelampiasan.

Mengenai dampaknya, tentu saja ini sangat berbahaya bagi Si Kecil. Dampak jangka pendek, dia mungkin akan terluka fisik dan psikisnya (rasa takut). Tapi jangan abaikan jangka panjangnya, karena jika tidak ditangani dengan serius, kekerasan bisa menyebabkan Si Kecil trauma.

Penelitian yang dilakukan Universitas Missouri, Amerika, dan diterbitkan dalam Jurnal Developmental Psychology, menyebut jika anak yang biasa mendapat kekerasan, baik secara fisik maupun psikis, akan cenderung menganggap jika kekerasan merupakan hal yang wajar.

Jelas ini sangat berbahaya Smart Mom. Pasalnya, saat kekerasan dianggap sebagai hal yang biasa, Si Kecil akan berani melakukan hal yang sama pada orang lain. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan dia akan jadi pelaku bullying.

Trik agar Si Kecil Tidak Jadi Bahan Pelampiasan

Gustavo Carlo, ketua tim peneliti dari Universitas Missouri, mengingatkan pentingnya kemampuan untuk mengendalikan diri. Cara melatihnya mudah kok, diantaranya adalah :

  1. Belajarlah untuk lebih objektif dalam memandang sesuatu.
  2. Tanamkan disiplin positif sejak dini. Misalnya, Smart Mom bisa mengganti hukuman fisik dengan pemotongan jam menonton TV, atau mengurangi jatah camilan jika Si Kecil bertindak nakal.
  3. Jika Smart Mom dulu pernah jadi korban kekerasan, maka jadikan itu sebagai motivasi agar kondisi serupa tidak dialami Si Kecil.
  4. Sebelum marah dan memberikan hukuman, cobalah untuk mengambil posisi duduk, tarik nafas dalam-dalam, dan ajak Si Kecil bicara. Jelaskan apa kesalahannya, dan apa konsekuensinya.
  5. Pastikan Smart Mom selalu bicara dalam nada yang rendah. Perlu diingat, kekerasan kerap diawali dari kekerasan verbal, seperti membentak atau merhardik.

Penting juga untuk menyadari jika mereka hanya anak-anak. Rasa ingin tahunya sangat tinggi, dan mungkin akan banyak melakukan kesalahan. Tugas Smart Mom bukan menghukumnya, tapi untuk menunjukan bagaimana cara bersikap yang baik dengan cara memberikan contoh.

Prev Post

Susu Bisa Tingkatkan Produksi Lendir Saat Anak Pilek, Benarkah?

Next Post

Si Kecil Alami Emotional Eating? Begini Cara Mengatasinya

SHARE TO