Bagikan

Bentuk Perut Saat Hamil Menunjukan Jenis Kelamin Anak, Benarkah?

Diupload pada 3 July 2018, 12:00 AM2 menit baca Smart Life
Bentuk Perut Saat Hamil Menunjukan Jenis Kelamin Anak, Benarkah?

Zaman dulu, banyak orang yang memprediksi jenis kelamin anak dari bentuk perut Ibu hamil. Konon, jika bentuk perut Smart Mom buncit ke atas, itu tandanya sedang mengandung anak laki-laki. Sementara jika perutnya turun atau sedikit melebar, berarti sedang mengandung anak perempuan.

Benarkah Mitos Ini?

Menurut dr Grace Valentine, salah satu dokter dari Klik Dokter, menjelaskan jika anggapan bentuk perut bisa menandakan jenis kelamin, hanyalah mitos belaka. Menurutnya, bentuk perut selama kehamilan bergantung pada tomus otot perut dan posisi janin dalam kandungan.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi bentuk perut Smart Mom, diantaranya adalah:

  • Sebagai dampak dari kenaikkan berat badan, yang memang normal terjadi selama masa kehamilan.
  • Faktor volume air ketuban. Makin banyak air ketubannya, makin merosot bentuk perut Smart Mom.
  • Faktor elastisitas dan kekuatan otot perut. Hal ini ditentukan juga oleh berapa kali Smart Mom hamil, kekuatan otot, kebiasaan berolahraga dan lainnya
  • Faktor posisi janin, dan usia kehamilan. Teorinya, makin matang usia kehamilan, kepala janin akan mengarah ke jalan lahir yang menyebabkan perut Smart Mom terlihat lebih turun.

Dengan kata lain, trik memprediksi jenis kelamin bayi dalam kandungan dengan melihat bentuk perut selama kehamilan, hanyalah mitos belaka.

Agar Bisa Tahu Jenis Kelamin Bayi

Sekarang ini zaman sudah canggih Smart Mom. Tidak perlu percaya mitos-mitos yang menyesatkan, Smart Mom bisa memrpediksi jenis kelamin bayi dalam kandungan dengan melakukan pemeriksaan USG atau ultrasonografi. Cara ini pun cenderung akurat, bahkan mencapai 80-90 persen lebih!

Jenis kelamin Si Kecil biasanya sudah mulai terlihat saat usia kehamilan 18-20 Minggu. Menurut Grace, tingkat akurasi prediksi USG ini tergantung dari posisi janin.

Selain USG, Smart Mom bisa mencoba pemeriksaan lainnya dengan menggunakan Amniosentesis dan sampling vilus korialis. Tapi sayang, pemeriksaan ini hanya bersifat invasif, sehingga hanya akan dilakukan saat Smart Mom harus mendeteksi kelainan genetik atau kromosom pada janin.

Terlpas dari semua itu, sebaiknya Smart Mom memang jangan terlalu percaya mitos. Jangan lupa, rutin periksakan kondisi kehamilan Smart Mom, minimalnya 1-2 bulan sekali.