Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Dampak Buruk Jika Si Kecil Kekurangan Protein

Posted on 24 January 2020, 02:23 PM
Dampak Buruk Jika Si Kecil Kekurangan Protein

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak membutuhkan protein lebih banyak. Nutrisi ini berfungsi sebagai zat pemelihara, pembangun, hingga pengganti jaringan tubuh yang rusak. Dengan begitu, si Kecil bakal mempunyai otot kuat, organ-organ sehat, dan daya tahan tubuh kuat.

Si Kecil dalam tumbuh kembangnya memerlukan kurang lebih 1 gram protein per 0,5 kilogram berat badannya. Sayangnya, belum semua orangtua menyadari pentingnya protein buat sang buah hati. Ini akan menyebabkan sejumlah dampak buruk buat si Kecil seperti:

  • Marasmus

Marasmus merupakan penyakit yang menyebabkan si Kecil kehilangan massa otot dan lemak, sehingga pertumbuhannya bakal terganggu. Gangguan makan hingga kekurangan pangan adalah salah dua faktor yang menyebabkan marasmus pada anak-anak.

Adapun gejala-gejala marasmus yang dapat Smart Mom kenali. Antara lain pusing berkelanjutan, lemas dan lemah, kulit kering dan rapuh, mudah sakit, hingga berat badan turun drastis. Komplikasi marasmus dapat berupa tekanan darah hingga melambatnya denyut jantung.

  • Kwashiorkor

Walau kwashiorkor lebih sering dijumpai di negara-negara dengan persediaan makanan terbatas, bukan berarti Smart Mom dapat mengabaikannya. Apalagi gangguan kesehatan ini akan membuat sel tubuh kesulitan memperoleh protein dan menghambat tumbuh kembang si Kecil.

Anak-anak yang menderita kwashiorkor juga akan menunjukkan beberapa kondisi sepert stunting (tubuh tumbuh pendek), perubahan pada kuku, kulit, serta rambut, hingga pembengkakan (edema) di rongga perut, sementara bagian tubuh lainnya sangat kurus.

  • Marasmus kwashiorkor

Jika marasmus dan kwashiorkor saja sudah cukup parah, bayangkan apa jadinya bila kedua penyakit tersebut digabungkan! Marasmus kwashiorkor bakal menyebabkan anak punya berat badan kurang dari 60% dari bobot tubuh anak normal seusianya.

Bukan hanya sangat kurus, anak-anak dengan marasmus kwashiorkor juga akan mengalami dampak negatif lainnya seperti pembengkakan dan mudah lemah. Selain itu, terdapat masalah pada rambut, kulit, hingga kuku. Anak dengan penyakit ini harus segera mendapatkan penanganan medis.

  • Hipoproteinemia¬†

Si Kecil yang menderita hipoproteinemia memiliki tingkat protein sangat rendah dalam darahnya. Si Kecil yang kurang mendapatkan asupan protein biasanya mengalami gangguan kesehatan tertentu seperti penyakit hati, radang usus, masalah pada ginjal, hingga celiac.

Beberapa gejala hipoproteinemia mencakup kelelahan ekstrim, mudah sakit dan terinfeksi, rambut rontok dan kering, sampai kulit yang mengelupas. Sebaiknya Smart Mom tak mengabaikan penyakit ini dan langsung bawa si Kecil ke dokter profesional buat menerima penanganan yang sesuai.

Memenuhi asupan protein harian si Kecil adalah langkah paling mudah buat mengatasi dampak-dampak negatif di atas. Sumber protein pun tak sulit didapatkan, Smart Mom. Ada daging ayam dan sapi, susu, ikan, sayur, telur, sampai kacang-kacangan. Pastikan juga Smart Mom mengolahnya dengan tepat supaya protein menyerap sempurna dalam tubuh.

Prev Post

Ini Manfaat Memeluk Si Kecil bagi Kesehatan

Next Post

Mau Si Kecil Lancar Bicara? Stimulasi dengan Cara Ini, Smart Mom!

SHARE TO